Peran Akupunktur dalam Program Fertilitas

Peran Akupunktur dalam Program Fertilitas: Kapan Waktu Terbaik untuk Hasil Optimal?

 

Infertilitas dapat terjadi akibat gangguan fungsi hormon reproduksi. Banyak kondisi yang dapat menyebabkan infertilitas dan menghambat proses kehamilan. Akupunktur dapat bekerja pada berbagai bagian sistem reproduksi perempuan untuk memperbaiki fungsi reproduksi, sehingga dapat meningkatkan angka keberhasilan program kehamilan.

Saat ini, akupunktur banyak digunakan sebagai terapi pendamping pada program fertilitas seperti bayi tabung (IVF-ET) maupun pada kondisi tertentu seperti Polycystic Ovary Syndrome (PCOS), terutama bila dilakukan sesuai dengan fase siklus reproduksi. Dalam program kehamilan terencana seperti IVF, penentuan timing terapi akupunktur menjadi faktor penting untuk mendukung kesiapan organ reproduksi dan luaran klinis yang optimal.

Secara umum, efek terapeutik akupunktur pada infertilitas berfokus pada tiga aspek utama:

  • Regulasi hormon reproduksi
  • Perkembangan dan kualitas folikel
  • Optimalisasi proses implantasi embrio

Mekanisme Potensial Akupunktur dalam Fertilitas

Akupunktur bekerja melalui beberapa mekanisme biologis yang relevan dengan fertilitas:

  • Regulasi hipotalamus-pituitari-ovarium, yang memengaruhi keseimbangan hormon reproduksi.
  • Peningkatan fungsi ovarium.
  • Peningkatan aliran darah ke uterus dan ovarium, yang dapat meningkatkan receptivity
  • Pengurangan stres, kecemasan, dan respon simpatis, yang dapat memengaruhi status hormon dan kondisi tubuh saat program kehamilan dijalankan.

Timing Pemberian Akupunktur

Fokus setiap sesi akupunktur akan disesuaikan dengan tahapan program IVF (bayi tabung), yang secara umum dapat dibagi sebagai berikut:

  • 3-6 bulan sebelum memulai terapi hormon IVF
  • Selama proses stimulasi hormon
  • Beberapa hari sekitar transfer embrio

Tiga hingga enam bulan sebelum terapi hormon

Sesi akupunktur pada periode ini dapat mengoptimalisasi menstruasi dan menangani kondisi penyerta yang dimiliki oleh pasien. Seperti contoh jika pasien memiliki kondisi dengan PCOS, kondisi ini akan menurunkan angka keberhasilan IVF dan meningkatkan risiko keguguran serta timbulnya efek samping lain.

Jika Anda memiliki kondisi di bawah ini, lakukan konsultasi ke dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi serta dokter Spesialis Akupunktur Anda sebelum melakukan terapi:

  1. Polycystic Ovary Syndrome(PCOS)
  2. Endometriosis
  3. Uterine Fibroid
  4. Diabetes
  5. Tekanan darah tinggi

Frekuensi terapi dilakukan selama dua kali dalam seminggu.

Selama fase stimulasi ovarium

Pada fase ini, akupunktur dapat meningkatkan kualitas sel telur, menyeimbangkan pertumbuhan folikel, mengatasi ketidaknyamanan fisik saat IVF, dan regulasi stress serta emosi.

Terapi akupunktur pada fase ini menitikberatkan pada stimulasi sirkulasi darah ke ovarium, sehingga dapat meningkatkan produksi sel telus yang berkualitas. Pada akhir siklus stimulasi, terapi akupunktur juga dapat menyeimbangkan pertumbuhan folikel saat ovarium memproduksi folikel lebih sedikit dibanding ovarium lainnya.

Kondisi stress berlebih yang mungkin muncul pada proses menjalani IVF, dapat menurunkan kualitas dan kuantitas sel telur yang akan diproduksi. Untuk memaksimalisasi chance keberhasilan siklus IVF, akupunktur dapat dilakukan untuk mengurangi efek stress terhadap fungsi ovarium.

Frekuensi terapi dapat dilakukan dua kali dalam seminggu.

Transfer Embrio

Akupunktur pada fase ini dapat memperbaiki perkembangan dinding rahim dan meningkatkan angka keberhasilan proses implantasi. Terapi akupunktur dapat menebalkan dinding rahim dengan meningkatkan alran darah ke rahim. Pengelolaan stress juga dapat dilakukan pada periode ini.

Setelah proses transfer embrio, terapi dapat dilakukan pada titik akupunktur untuk mengelola stress.

Terapi dilakukan dalam empat periode, meliputi:

  • Haid pertama dalam siklus embrio transfer
  • Hari transfer embrio
  • Sehari setelah transfer
  • Hingga 1 minggu setelah transfer embrio

Peran Akupunktur pada Pasangan Pria dalam Program Fertilitas

Selain pada perempuan, akupunktur juga dapat berperan dalam meningkatkan kualitas fertilitas pada pasangan pria. Faktor pria diketahui berkontribusi pada sekitar 30-50% kasus infertilitas, sehingga evaluasi dan terapi pada kedua pasangan menjadi bagian penting dalam program kehamilan.

Akupunktur pada pria ditujukan untuk membantu meningkatkan kualitas sperma, meliputi jumlah, pergerakan, bentuk sperma, serta fragmentasi DNA. Selain itu, terapi akupunktur juga dapat berperan dalam perbaikan kadar FSH dan LH. Pengelolaan stres juga menjadi aspek penting dalam program kehamilan, karena stress kronis dapat memengaruhi kadar hormon reproduksi pria serta kualitas sperma.

Pada pasangan pria, frekuensi terapi umumnya dilakukan 2 kali dalam seminggu selama minimal 3 bulan, mengingat proses pembentukan sperma berlangsung selama 3 bulan.

Keberhasilan program fertilitas tidak hanya ditentukan oleh terapi utama yang dijalani, tetapi juga oleh persiapan kondisi tubuh yang optimal dan pendekatan yang menyeluruh. Kombinasi penanganan oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG) bersama Dokter Spesialis Akupunktur (Sp.Ak) dan Dokter Spesialis Andrologi kami dapat membantu Anda dan pasangan mendapatkan evaluasi yang komprehensif, perencanaan terapi yang tepat, serta pendampingan sesuai dengan fase program kehamilan yang dijalani.

Jika Anda sedang merencanakan kehamilan atau akan menjalani program IVF, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih awal. Dengan penanganan yang terintegrasi dan timing terapi yang sesuai, peluang keberhasilan program hamil dapat dioptimalkan secara aman dan terarah. Jadwalkan konsultasi Anda dengan Sp.Ak, Sp.OG dan Sp.And kami untuk mendapatkan rekomendasi terapi yang disesuaikan dengan kondisi Anda.

ARTIKEL TERKAIT

Uroginekologi

Sukses Menyiapkan Biaya Persalinan

Skrining Thalasemia

PAKET DAN PROMOSI TERKAIT